About YOU...Read More

Sabtu, 15 Oktober 2016

Let me go on pretending in this smile . .

Saya rasa memang tidak perlu ada yang tahu tentang perasaan individual. cukup ia dan hati kecilnya yang mengadu pada sang pencipta karena manusia bukan tempat yang cocok untuk bersandar apalagi berharap, saya rasa kita hanya akan kecewa terus menerus. sejujurnya saya hampir putus asa untuk menemukan 'seseorang' yang benar-benar saya sayangi, bukannya terlalu pilih memilih tapi entah kenapa setiap hati ini hendak berlabuh namun tempat pelabuhan itu ternyata telah disinggahi terlebih dahulu oleh hati lainnya. saya benci menjadi yang terlambat.! tapi selalu begitu lah yang senantiasa saya rasakan selama ini. mungkin salah saya karna saya terlihat begitu tak pedulinya dengan orang yang saya sayangi. tapi begitulah saya memperlakukan mereka yang saya sayangi berlgak seakan saya benar-benar tak pernah pdeuli secuil pun. tapi ketahuilah saya selalu mencoba menaruh sedikit demi sedikit secuil perhatian lebih yang tak mampu dilihat dengan kasap mata orang-orang yang tak mampu merabanya.
lama kelamaan saya muak sendiri. entah kepada siapa saya atau siapa pun itu saya harus merasa muak. saya hanya lelah sebenarnya berpura-pura selalu baik-baik saja saat seseorang satu persatu pergi meninggalkan saya begitu saja,sandiwara atau pun berpura-pura memang selalu ada batasannya dan saat ini saya betul-betul merasa lelah. lelah untuk menangis dalam segala torehan getir senyum bahagia ini, lelah dalam senyum tak peduli ini, lelah memaksakan diri untuk melupakan orang-orang yang sebetulnya saya sayangi..!! sungguh menyakitkan sebenarnya ..
tapi saya hanyalah saya. saya yang introvert tanpa ingin secuil pun membuat orang lain kerepotan mendengarkan cerita pilu yang saya alami..
saya hanya ingin semuanya tak perlu tahu apapun itu yang saya rasakan tentang perasaan saya sekarang..nanti..bahkan selamaya . . .
BIARKAN SAYA BERPURA-PURA DALAM SENYUM INI .. :D

Senin, 03 Oktober 2016

Selamat tinggal rembulan

Serdadu kuncup indah bermekaran
Kepakkan kupu-kupu mengibas mendekat bersamaan
Awan berarak teduh bertebaran
Samar terdengar angin berdesakkan
     Hangat terpupuk di ufuk timur 
     Surya bertengger rembulan terpundur
     Aroma embun asri bertutur
     Ayam berkokok gema mengguntur
Lentera cahaya bias meredup
Symponi air ruih bertiup
Malam nan kelam sempurna tertutup
Harapan berkelut hampir tersayup 
     Entah dimana rembulan bersua
     Aku berjalan tanpa suara
     Hunusan asa lintang menua
     Rembulan ku cari meski luka mendua
kemana aral kan melintang
Dalam isak ku memandang
Kau terbawa jauh menghilang
Hingga kecewa kian mendatang