Senja kini tak lagi se-utuh yang lalu. Aku hanya terpaku bisu,
menatap jingga dalam dekapan kelabu sementara aku terpenjara sendu dibalik
rinai-rinai butiran hujan. Waktu itu aku nikmati rinai-an hujan itu benar
bersama mereka. Mereka yang sempat menjadi sepotong cerita indah yang kini
hanya menjadi sebuah kenangan diatas rindu pekat yang menghujam …
Rintik se-rintik berderaian lamban lalu ricuh. Mau hujan ataupun
air mata keduanya berderai membuncah dengan ritme yang nyaris bersamaan.
Hidup-ku hamper penuh luka, aku sendiri yang sudah membuatkan tekad ku untuk
menghapus seluruh cinta yang dahulu pernah melekat di sela-sela ruan hati ini.
SEMUA LENYAP. Itu saja yang ingin ku lakukan !!
Aku
tak pedulio seberapa gila nya seseorang yang melenyapkan seonngok cinta di
dalam hati kecilnya. Tapi, ternyata orang itu adalah aku. Ya, aku seseorang
yang terpaut terlalu lama dikecewakan oleh segalanya! Benci. Tapi aku hamper
sepenuhnya tak perduli apa pun. Toh semua yang hadir memang hanya untuk pergi
tanpa pemisi, bukan ?! jadi aku lelah.. terlalu lelah terdampar dalam genangan
air mata…
Kenapa
kita harus berterus terang perihal perasaan kita saat ini atau kapan pun itu
kita rasakan. Apa pun itu aku akan tetap berpura-pura .. berpura-pura segalanya
seindah cahaya mentari. Namun, siapa boleh sangka jika sang mentari
menyampaikan keluh kesahnya lewat perantara rintikan-rintikan derai dimusim
hujan …?!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar