About YOU...Read More

Jumat, 11 November 2016

on rainy day ..

Senja kini tak lagi se-utuh yang lalu. Aku hanya terpaku bisu, menatap jingga dalam dekapan kelabu sementara aku terpenjara sendu dibalik rinai-rinai butiran hujan. Waktu itu aku nikmati rinai-an hujan itu benar bersama mereka. Mereka yang sempat menjadi sepotong cerita indah yang kini hanya menjadi sebuah kenangan diatas rindu pekat yang menghujam …
Rintik se-rintik berderaian lamban lalu ricuh. Mau hujan ataupun air mata keduanya berderai membuncah dengan ritme yang nyaris bersamaan. Hidup-ku hamper penuh luka, aku sendiri yang sudah membuatkan tekad ku untuk menghapus seluruh cinta yang dahulu pernah melekat di sela-sela ruan hati ini. SEMUA LENYAP. Itu saja yang ingin ku lakukan !!
Aku tak pedulio seberapa gila nya seseorang yang melenyapkan seonngok cinta di dalam hati kecilnya. Tapi, ternyata orang itu adalah aku. Ya, aku seseorang yang terpaut terlalu lama dikecewakan oleh segalanya! Benci. Tapi aku hamper sepenuhnya tak perduli apa pun. Toh semua yang hadir memang hanya untuk pergi tanpa pemisi, bukan ?! jadi aku lelah.. terlalu lelah terdampar dalam genangan air mata…

Kenapa kita harus berterus terang perihal perasaan kita saat ini atau kapan pun itu kita rasakan. Apa pun itu aku akan tetap berpura-pura .. berpura-pura segalanya seindah cahaya mentari. Namun, siapa boleh sangka jika sang mentari menyampaikan keluh kesahnya lewat perantara rintikan-rintikan derai dimusim hujan …?!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar