About YOU...Read More

Jumat, 11 November 2016

Saat kawan hanya butiran air mata ..

Dalam malam sunyi menyerbak, tanpa desau suara tanpa riuh berkelana tanpa hujan namun hati tetap sembab tanpa kegelapan namun hari tetap suram. Aku lah yang rapuh.. purnama yang sendiri tetap kuat mentari yang sendiri tetap riang, namun aku? Mengapa begitu lemah dalam kesunyian..?!
Benar adanya, jika tak selamanya sunyi itu buruk.. walau hanya bersama hembusan angin ku ceritakan setiap tetes air mata yang mengalir begitu saja pada angin. Angin-angin yang mendekap getir, tapi setidaknya mereka tetap menyayangi setiap insan tanpa pamrih. Mendengarkan keluh kesah walau tanpa bahagia. Mengapa aku tetap merasa sunyi meski berjuta alas an seharusnya selalu ada untuk menjadi satu-satunya alasan untuk tetap tersenyum bahagia, karena kadar kebahagiaan seseorang itu memang tergantung tingkat kedewasaan diri kita masing-masing.
Dan kini aku bungkam. Tepatnya bungkam ku dalam linangan air mata yang tak kasap panca indera manusia, karena bungkam ini adalah tangisan ku..
Entah mengapa aku mudah menangis disaat-saat seperti ini. Aku ingin berlari tanpa menoleh kebelakang tanpa singgahi lembah nestapa tanpa temui mereka yang melukai hati .. tapi mustahil.!

Aku ingin berlabuh, berlabuh tepat dalam dekapan bahagia yang abadi. Bukan bahagia sejenak lantas terkurung kembali dalam duka.. Tuhan berikan aku sebuah kekuatan yang lebih agar aku tetap bertahan dalam senyum indah ini apapun yang aku rasakan ,,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar