About YOU...Read More

Minggu, 12 Februari 2017

Under The Sea

Kali ini aku yang maju.
Ku hentakkan sepasang kaki ku diatas jutaan butir-butir pasir.
Aku ragu, namun hembusan sepoi angin menjorok ku dari arah belakang,
menepis dinding keragu-raguan ku yang sudah diubun-ubun.
Jujur aku ragu.
 Ku dongakan wajah pasi pucat ku ke langit terik nan biru,
lemah gemulai pepohonan nyiur melambai-lambai diterpa terik mentari.
 Tapi aku tetap ragu.
 Perlahan tapi pasti hentakkan ini lambat laun hanya menjadi selangkah terakhir yang harus ku lakukan.
Dingin, dingin, dingin, dan tetap dingin.
Air menggulung sekujur tubuh ku,
mengikis keraguan yang menodai diri ku.
Kini hanya ada aku dan dunia bawah laut.
Samar-samar dari kejauhan segerombol ikan terhuyung-huyung berenang nan anggun kesana kemari.
Sayang tak ada interaksi diantara kami.
Dunia tak harus diatas bumi,
lihatlah betapa eloknya dunia-dunia yang lainnya yang tak sempat aku jelajahi.
Kaki ku mengayuh tubuh ku. Tangan ku mendayung lautan.
Semakin banyak air yang ku dayung, semakin jauh pula aku meninggalkan dunia diatas bumi.
Disini aku tidak hanya menjadi sang penyelam bawah laut,
Namun, sebelum kepulangan ku,
aku akan menjelma menjadi  manusia baru yang meninggalkan sebongkah masa lalunya disini.
 Under the sea.






Sun, 27012017

Qoah M.J, 10.28 a.m

Tersesat

Saat mentari tak menyisakkan secercah sinarnya di satu sisi ruang hati ini yang redup
 Aku terus berjalan.
Berjalan lurus tanpa pedulikan kelam yang mencekam,
disudut jalan samar namun pasti ku lihat sebongkah batu besar menumpuk kaku penuh debu
sapuan tangan ku bergerak cepat namun itu tetap batu
 yang tak mungkin berubah menjadi bongkahan permata di hari kelam ku sekarang.
Ku putuskan hanya untuk terus berjalan sambil melupakan tumpukan bebatuan yang tadi.
 Kaki ku terus melangkah,
 angin mencekam sanubari ku,
membawa hampa kian membumbung tinggi,
ku pikir seseorang akan ku jumpai di perjalan kali ini,
namun aku tetap sendiri hingga hari ini.
Sesekali aku menengok kebelakang tapi tiada guna.
 Aku tetap sendiri,
perjalanan ini terasa semakin menyulitkan ku ketika kelam kian tak brhujung cahaya.
Aku hampir putus asa,
jalan ku terseok.
Kaki ku mematung.
Badan ku menggigil, namun tak sebeku hati ku.
Sekarang aku terdiam entah sesuatu apa yang membawa ku pada oase kehidupan lalu ku
 yang telah lama sengaja aku lupakan
tanpa mencoba untuk mengingat-ingat setiap inci kejadiannya.
 Namun saat ini semuanya seakan berputar-putar disekeliling tubuh ku
memutar-mutar balik koleidoskop masa lalu yang telah lama ku buang jauh-jauh dari ingatan ku.
Aku tak berkutik. Hembusan angin lebih mencekam dari yang sebelumnya.
 Kelam semakin membara.
 Hati ku kini sepenuhnya remuk.
 Hancur berantakan di tengah perjalanan yang belum sempat aku selesaikan.



 Sun, 01292017

Alazhar3, 08.03 a.m