About YOU...Read More

Minggu, 12 Februari 2017

Tersesat

Saat mentari tak menyisakkan secercah sinarnya di satu sisi ruang hati ini yang redup
 Aku terus berjalan.
Berjalan lurus tanpa pedulikan kelam yang mencekam,
disudut jalan samar namun pasti ku lihat sebongkah batu besar menumpuk kaku penuh debu
sapuan tangan ku bergerak cepat namun itu tetap batu
 yang tak mungkin berubah menjadi bongkahan permata di hari kelam ku sekarang.
Ku putuskan hanya untuk terus berjalan sambil melupakan tumpukan bebatuan yang tadi.
 Kaki ku terus melangkah,
 angin mencekam sanubari ku,
membawa hampa kian membumbung tinggi,
ku pikir seseorang akan ku jumpai di perjalan kali ini,
namun aku tetap sendiri hingga hari ini.
Sesekali aku menengok kebelakang tapi tiada guna.
 Aku tetap sendiri,
perjalanan ini terasa semakin menyulitkan ku ketika kelam kian tak brhujung cahaya.
Aku hampir putus asa,
jalan ku terseok.
Kaki ku mematung.
Badan ku menggigil, namun tak sebeku hati ku.
Sekarang aku terdiam entah sesuatu apa yang membawa ku pada oase kehidupan lalu ku
 yang telah lama sengaja aku lupakan
tanpa mencoba untuk mengingat-ingat setiap inci kejadiannya.
 Namun saat ini semuanya seakan berputar-putar disekeliling tubuh ku
memutar-mutar balik koleidoskop masa lalu yang telah lama ku buang jauh-jauh dari ingatan ku.
Aku tak berkutik. Hembusan angin lebih mencekam dari yang sebelumnya.
 Kelam semakin membara.
 Hati ku kini sepenuhnya remuk.
 Hancur berantakan di tengah perjalanan yang belum sempat aku selesaikan.



 Sun, 01292017

Alazhar3, 08.03 a.m

Tidak ada komentar:

Posting Komentar