Kali ini aku
yang maju.
Ku hentakkan
sepasang kaki ku diatas jutaan butir-butir pasir.
Aku ragu, namun
hembusan sepoi angin menjorok ku dari arah belakang,
menepis dinding
keragu-raguan ku yang sudah diubun-ubun.
Jujur aku ragu.
Ku dongakan wajah pasi pucat ku ke langit
terik nan biru,
lemah gemulai
pepohonan nyiur melambai-lambai diterpa terik mentari.
Tapi aku tetap ragu.
Perlahan tapi pasti hentakkan ini lambat laun
hanya menjadi selangkah terakhir yang harus ku lakukan.
Dingin, dingin,
dingin, dan tetap dingin.
Air menggulung
sekujur tubuh ku,
mengikis
keraguan yang menodai diri ku.
Kini hanya ada
aku dan dunia bawah laut.
Samar-samar
dari kejauhan segerombol ikan terhuyung-huyung berenang nan anggun kesana
kemari.
Sayang tak ada
interaksi diantara kami.
Dunia tak harus
diatas bumi,
lihatlah betapa
eloknya dunia-dunia yang lainnya yang tak sempat aku jelajahi.
Kaki ku
mengayuh tubuh ku. Tangan ku mendayung lautan.
Semakin banyak
air yang ku dayung, semakin jauh pula aku meninggalkan dunia diatas bumi.
Disini aku
tidak hanya menjadi sang penyelam bawah laut,
Namun, sebelum
kepulangan ku,
aku akan
menjelma menjadi manusia baru yang
meninggalkan sebongkah masa lalunya disini.
Under the sea.
Sun, 27012017
Qoah M.J, 10.28
a.m
Tidak ada komentar:
Posting Komentar