Sekali lagi ku jelajahi
pusaran bumi
Melintas sesekali di bawah
kaki rerumputan hijau
Mata ku lamat-lamat menatap
arah pandang
Aku tak lagi sendiri
Hembusan angin merangkul ku
erat-erat
Tangan ku ringkih dalam
dinginnya udara
Ku tengok sekali lagi kebelakang
Namun usaha ku terkalahkan
kabut tebal
Bibir ku hampir membiru
Jantung ku tak lagi berdetak
dengan senada
Nafas ku memburu
Aku tercekak sendiri
Tak peduli lagi ku lanjutkan
sekali lagi
Bukan mentari yang ku nanti
Ku renggut semua halang
rintang yang membujur
Jauh-jauh ku mencari
Meski beribu kali aku yang
terluka
Kaki ku kian meringkuh
Tersungkur kaku diatas
hempasan bebatuan
Ku hiraukan sakit yang
mencengkam
Andai rembulan tak penah
meninggalkan ku sendiri
Apa pun yang tersisa ku
habiskan disini
Namun tak nampak jua rembulan
yang ku cari
Langit hampir menghitam
gemintang hampir bersua,
Namun mengapa tak ku temui
remulan jua ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar