About YOU...Read More

Rabu, 08 Maret 2017

tinggalkan aku

Saat aku hanya menyinyir bisu ditengah terpaan sinar rembulan.
Hati tetap bergeming,
Membeku bisu layaknya bongkahan batu
Tanpa sesal ku temui
Namun kekecewaan ini tak mampu kau tawar kembali
Gemintang pun berhujung kemilau
Namun langit dimata ku tetap sama
Sama-sama hampa bak hati nan tertimbun luka
Kau datang dalam gelap ku
Membawa semerbak kebahagian ditengah gejolak jiwa
Hembuskan janji diatas kasih sayang
Merangkul hangat ditengah sunyinya kesendiriian
Membawa ku kian terbang bersama harapan
Pergilah, wahai separuh hati ku
Biar ku tumpuk kekecewaan ku bersama indahnya janji mu
Tak perlu hati mu bertanya apa pun
Meski hati ku tetap meleleh bersama derasnya air mata
Tak apa jika aku yang terluka
Karena bahagia mu ku ikhlas kan
Hati ku kian melebur meski perlahan,
Tinggalkan aku

wed, 1’march’17
@ 8th room, 10.26 p.m



dimana rembulan ?

Sekali lagi ku jelajahi pusaran bumi
Melintas sesekali di bawah kaki rerumputan hijau
Mata ku lamat-lamat menatap arah pandang
Aku tak lagi sendiri
Hembusan angin merangkul ku erat-erat
Tangan ku ringkih dalam dinginnya udara
Ku tengok sekali lagi kebelakang
Namun usaha ku terkalahkan kabut tebal
Bibir ku hampir membiru
Jantung ku tak lagi berdetak dengan senada
Nafas ku memburu
Aku tercekak sendiri
Tak peduli lagi ku lanjutkan sekali lagi
Bukan mentari yang ku nanti
Ku renggut semua halang rintang yang membujur
Jauh-jauh ku mencari
Meski beribu kali aku yang terluka
Kaki ku kian meringkuh
Tersungkur kaku diatas hempasan bebatuan
Ku hiraukan sakit yang mencengkam
Andai rembulan tak penah meninggalkan ku sendiri
Apa pun yang tersisa ku habiskan disini
Namun tak nampak jua rembulan yang ku cari
Langit hampir menghitam gemintang hampir bersua,
Namun mengapa tak ku temui remulan jua ?