Kini angin kembali tenang
Siluet kelabu pekat mendatang
Bahtera risau hadir mengekang
Lelehan bahagia sirna menghilang
Dibalik senja mentari
hanya terpejam
Si hati gembira
menangis dalam diam
Gejolak air mata perih
terpendam
Berpadu luka, senja
kian temaram
Denting waktu berlalu begitu menarik
Mencekak rasa dalam putaran detik
Berkalung hampa aku terceki
Meronta pilu sungguh mencabik
Meluluh lantahkan
gumpalan rindu
Terselubung gemerlap
diantara kenangan yang beradumade
Bersayap dusta terbang
hinggap tersendu
Symponi hitam merunduk
sampai empedu
Biar rembulan sirna bersama pandawa
Lupakan pelangi walau bernyawa
Rerumputan hijau silahkan tertawa
Karna kini yang tertinggal hanya jutaan kecewa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar